Aku dan Fani berjalan bersama menuju posko. Sepanjang jalan aku memerhatikan raut wajah Fani yang sedikit mulai berubah dari tadi pagi. Dia terlihat jauh lebih riang, jauh lebih tenang dan tidak ada kebingungan. Berulang kali aku menarik napas dalam mencoba mengartikan semua perubahan pada diri Fani. Aku masih tak memahami ada apa sesungguhnya dengan Fani. Akhirnya kami sampai di posko, dan kulihat teman-temanku sudah berada di posko dengan berbagai aktivitas. Rata-rata mereka beraktivitas diluar proyek yang seharusnya mereka kerjakan karena sekarang memang waktunya free. "Ra... kamu baik-baik sajakan?" tanya Via sambil berjalan ke arahku dan Fani. "Aku baik ko, Vi," jawabku. "Fan tadi kamu... aaawww sakit Ra," kata Via yang mengaduh karena aku menginjak kakinya. "Mangkanya kalau ngom

