Aku tengah duduk di kursi yang ada di ruang keluarga kontrakan Om Jajang, Om Rifky, dan tentu saja Kak Arfin. Di kursi lainnya ada Elien dan Bagas yang masih tak sadarkan diri setelah menerima pukulan di tengkuk dan sedikit obat bius saat sampai di kontrakan tadi. Om Rifky tengah duduk di samping Bagas dan meminta Om Jajang mengambilkan Bayonet (Sangkur) serta dua buah piring dari dapur. Aku sendiri tak paham kenapa harus menggunakan Bayonet bukan menggunakan pisau dapur atau cuter saja yang mudah dan simpel. Dan tersangka utama yang mengatakan sedang di barak kini entah berada divmana, padahal aku ingin memprotesnya habis-habisan. Aku ingin bertanya kenapa dia tak jujur saja jika dia ada di sini? "Kak Arfin mana, Om?" tanyaku pada Om Rifky yang sedang berkonsentrasi mencari sesuatu d

