"Hentikan, Ai!" bentak Kak Arfin saat aku sedang mengacak-ngacak kamarnya hanya untuk mencari sebilah bayonet. Kedua kakakku bahkan Ayahku, memang tak pernah menyimpan benda-benda tajam yang berhubungan dengan pekerjaan begitu saja. Mereka selalu menyembunyikannya dengan begitu rapi. Alasannya simpel, mereka takut terjadi sesuatu pada orang yang mereka sayangi hanya karena masalah sepele. Begitu banyak kasus mengenai seorang aparat yang menggunakan senpinya untuk melukai keluarganya, entah itu disengaja atau tidak. Kasus itu memang tidak terjadi pada TNI, tapi kedua kakakku dan Ayahku begitu takut itu akan terjadi pada kami. "Jangan hentikan Aira, Kak!" kataku sambil terus berusaha mencari bayonet milik Kak Arfin. Kak Arfin yang terlihat kesal dengan ulahku dan sifat keras kepalaku lang

