bab 56

1043 Kata

Aku masih menatap tubuh lemah Bunda yang kini terbaring di atas sofa yang ada di kamar rawat inapku. Wajah ayunya terlihat begitu pucat dan lemah, rasanya aku tak tega melihat kondisi Bunda yang seperti itu. Beberepa kali aku melihat Ayah meremas tangan Bunda dan mencoba menyadarkan Bunda, tapi sayang Bunda tak kunjung sadar. Raut wajah penuh khawatir begitu terlihat jelas di wajah Ayah yang masih terlihat tampan walau usianya tak lagi muda. "Yah, bagaimana Bunda?" tanyaku yang benar-benar khawatir pada keadaan Bunda. "Bunda baik-baik saja, kamu istirahat saja, Ai," jawab Ayah yang mencoba menenangkanku. Bagaimanapun kerasnya Ayah berusaha menenangkanku, aku cukup tahu jika Bunda tidak baik-baik saja. Aku tahu Bunda terlalu banyak kehilangan energi, semua karena Bunda sudah lama tidak m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN