Bab 42

1088 Kata

Aku melangkahkan kakiku menyusuri jalanan desa yang masih berbatu. Aku membutuhkan udara segar untuk dapat mencerna semua kejadian yang baru saja aku alami. Aku masih tak dapat mempercayai bahwa semua itu benar-benar terjadi. Pertama aku di kagetkan dengan pingsannya Fani, tapi mungkin itu bukan hal yang membuatku shock karena aku tahu siapa yang membuat dia pingsan. Tapi hal selanjutnya sungguh membuatku shock, Fani yang tiba-tiba histeris hanya karena gorden dan jendela yang di buka Bukan hanya Fani, tapi Tania juga. Sampai saat ini aku masih tak mengerti darimana dia tahu kalau gorden dan jendela di buka sedang saat aku mencari mereka, tak ada satu pun. Dan darah itu, bagaimana darah itu bisa ada di keningnya dan dia seperti tak merasakan apa pun. Sikap mereka yang kembali bersikap b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN