Bab 41

1077 Kata

Aku menatap ke arah pintu di mana Tania tengah berdiri dengan wajah yang sangat kacau. Rambutnya begitu acak-acakan tak teratur dan wajahnya pucat pasi dengan sedikit noda darah membekas di keningnya. Aku hanya mampu mengerutkan keningku tak percaya dengan apa yang aku lihat. "Ra...," kata Bagas sambil menepuk pundakku. Aku tahu bahwa Bagas pun tak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang. "Siapa yang membuka gordennya? Tutup!" lagi aku mendengar Tania berteriak dengan cukup keras. Bagas langsung mendekatkan tubuhnya padaku, sepertinya dia kaget dan ketakutan dengan sikap Tania yang berubah secara drastis hanya karena gorden kamarnya di buka. Sebenarnya, bukan hanya Bagas yang ketakutan, aku pun ketakutan melihat perubahan sikap Tania. "Ra, gimana?" tanya Bagas di samping telingaku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN