"Mencari informasi tentangmu?" tanyaku dengan mengerutkan keningku. Bagaimanapun, aku harus mampu mengorek dari mana dia mendapatkan informasi itu. "Ya, aku mendengarmu berbiacara dengan pengawalmu bahwa kamu meminta mencari informasi tentangku," jawab Alvian. Aku baru tahu kalau hobi Alvian selain menggangguku adalah menguping pembicaraanku. Aku tertawa mendengar apa yang dikatakannya. Bukan menertawakan dia, tapi menertawakan diriku sendiri yang sudah terlalu khawatir akan adanya pengkhianat. "Enggak penting banget aku cari tahu soal kamu," kataku sambil berlalu dari hadapan Alvian. "Aku tahu kamu bohong," kata Alvian sambil menarik tanganku. "Lepas!" kataku sambil menghempaskan tangan Alvian. "Dengar, kami boleh leader-ku di sini, tapi bukan berarti kamu bisa semena-mena sama aku!"

