Akhirnya semua pertanyaanku tentang ketidak hadiran warga di Aula Desa terjawab sudah, semua adalah kelakuan teman-temanku sendiri. Aku sungguh tak habis pikir bagaimana Fandy dan Via bisa berubah dengan begitu cepat. Mungkin aku masih memaklumi jika Via yang berubah karena dia memiliki alasan. Tapi Fandy, alasan apa yang membuat dia berubah hanya dalam beberapa hasi saja. Aku menatap awan-awan yang beriringan di langit siang yang begitu cerah. Terkadang mereka terpecah saat angin berhembus, tapi kadang mereka juga menyatu karena angin. Sama seperti persahabatanku dengan Via dan Fandy, saat ini kami sedang terpecah karena angin yang berhembus terlalu kencang dan kami tak dapat menghalau angin itu. "Ra...," terdengar suara seseorang dari belakangku. Aku segera membalikkan badanku dan kud

