"Ayah...," kataku kaget saat melihat sosok Ayahku yang tengah berdiri dengan tegapnya di ambang pintu kamrku. Brak... sebuah benda terjatuh karena kaki Alvian yang aku tangkis mengenai benda itu. Aku memang kaget dengan kehadiran Ayah yang tiba-tiba, tapi itu tak membuatku kehilangan konsentrasiku. "Aira...," kata Ayah sambil menatapku tajam. Aku langsung melangkah mundur dan Alvian serta Fandy langsung berhenti menyerangku. Aku hanya mampu menundukkan kepalaku takut jika Ayah akan marah karena melihatku tengah bertarung dengan kedua temanku. "Ikut Ayah!" kata Ayah sambil berbalik dan berjalan menuju lantai dasar rumah. Aku segera berjalan mengikuti langkah Ayah. Aku tak tahu apa Ayah akan marah karena kelakuanku, atau seperti apa. "Maaf Mbak, saya tidak mengabarkan kedatangan Bapak

