Bab 33

1022 Kata

Refleks aku menggenggam tangan yang sedang memegang pundakku. Entah itu tangan manusia atau tangan hantu, aku sungguh tak peduli. Aku hanya tahu bahwa aku harus melindungi diriku sendiri dari apa pun yang mungkin saja akan mengancam hidupku. "Eits... jangan banting, Ra. Ini aku, Bagas," terdengar sebuah suara saat aku memegang tangan itu dan bersiap untuk membantingnya. Aku tak percaya begitu saja dengan suara itu, aku berbalik dan menatap siapa yang ada di belakangku, ternyata benar dia adalah Bagas. "Apa apa? Kalau ingin mencari muka karena Budheku adalah Rektor, lebih baik lupakan," kataku dengan wajah yang datar dan dingin. "Enggak Ra, aku cuma mau minta maaf jika aku pernah bersikap tidak baik padamu. Tapi sungguh, mengenai kamu jalan dengan kakakmu, aku sudah izinkan pada Alvian,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN