Aku meninggalkan Via, Tania and the genk serta Alvian di dalam kamarku. Aku sungguh muak dan tak ingin terlibat pembicaraan dengan mereka lebih jauh lagi. Mereka adalah sekumpulan lintah darat yang hanya tahunya menghisap darah orang. Tidak, lintah darah kurang tepat untuk mereka, mereka adalah parasit yang mengganggu tubuh inangnya. Aku berjalan menuju ke balkon yang tidak terhubung dengan kamar manapun. Memang, tak pernah ada satu orang pun yang berdiri di balkon itu. Tapi kali ini aku sungguh berdiri di sana dan menyaksikan hamparan bintang-bintang di langit malam yang gelap. "Jangan di buka!" perintah saat aku akan membuka pintu balkon. Seketika aku membalikkan badanku dan mendapati Pak Parjo yang sedang beridiri hanya berjarak beberapa meter dariku. Aku sedikit mengerutkan kening k

