Bab 24

999 Kata

"Aira!" teriak Fandy yang sangat kaget dengan apa yang kulakukan. "Ini peringatan buatmu Al. Jangan pernah sekali-kali kamu membawa-bawa nama Ayahku dalam masalahmu denganku!" kataku sambil berjalan meninggalkan mereka dan tak menghiraukan tatapan sinis dari teman-temanku. Ya, inilah aku yang bisa marah besar saat seseorang membawa-bawa nama Ayah dalam permasalahannya denganku. Aku memang sangat tak suka jika siapa pun yang bermasalah denganku membawa-bawa nama Ayah atau kedua kakakku. Aku bukan tipikal orang yang akan banyak bicara ketika marah. Jika seseorang tak bisa aku peringatkan sekali dengan kata-kata, maka peringatan selanjutnya adalah dengan menggunakan pukulan. Aku berjalan menuju kamarku untuk mengambil handy talky pemberian Ayah. Tidak, aku tak bermaksud menghubungi Om Rifk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN