Aku beranjak dari dudukku dan membereskan semua peralatan sholatku. Kembali aku menatap ke arah Fandy dan Via, sosok itu masih tetap berada di sana. Aku mengambil handy talky-ku dan langsung memutar saluran nomor dua. Aku dapat memperkirakan apa yang akan terjadi, tapi aku juga tidak tahu searah apa hal itu akan terjadi. "Om, ada yang kesurupan, tolong ke sini," kataku tanpa basa-basi. "Baik Mbak," kata Om Rifky lalu memutuskan sambungan. Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur dan menatap ke arah Fandy dan Via, menunggu apa yang selanjutnya akan terjadi pada mereka. Semenit dua menit mereka masih diam dan sosok itu pun masih berdiri di antara mereka berdua. Baru di menit ketiga terjadi hal yang telah aku perkirakan. "Aaaarrrggggg...," teriak Via tiba-tiba. "Via, kamu kenapa Vi?

