Kabut mulai turun menutupi malam yang gelap. Aku sendiri tak paham bagaimana bisa turun kabut sedang malam-malam sebelumnya tak pernah ada kabut sama sekali. Apalagi ini adalah malam yang cerah hingga tak mungkin kabut menutupi malam yang begitu indah. Dalam gelapnya malam yang dipenuhi kabut, aku terus berjalan untuk mencari Om Jajang atau Om Rifky. Aku harus segera menemuka mereka agar aku dapat segera menolong Tania dan membawanya ke puskesmas. Aku tahu betul jika mereka tak mungkin berada di sini tanpa membawa kendaraan. Semakin lama aku mencari, semakin sulit aku menemukan mereka hingga rasanya kakiku telah lelah berjalan menapaki jalan desa yang masih berupa bebatuan. Entah kenapa jalanan di desa inu belum juga di aspal padahal aspal di negeri ini sangat banyak. Entah kenapa ini me

