“Sekarang jelaskan padaku sebenarnya apa yang terjadi padamu dengan pak Rein? Kenapa dia sampai memintaku untuk tidak mengantar jemputmu lagi, Zia?” Manajer Rafli langsung mencecar Zia dengan beberapa pertanyaan ketika gadis itu baru sampai di ruangannya pagi itu. Sementara Zia siang menimbang-nimbang apakah ia harus mengatakan sekilas masalahnya dengan Rein pada manajer Rafli agar atasannya itu lebih mawas diri dan bersikap tepat supaya tidak dipecat oleh Rein, tapi juga tidak menjauhinya. Zia yang saat ini sedang memegang beberapa map berisi dokumen penting yang harus di-review oleh manajer Rafli, segera meletakkan map-map itu terlebih dahulu di atas meja manajernya, baru kemudian menjelaskan sedikit permasalahannya. “Kamu pasti bingung, ya?” Rafli mengangguk. Pria itu menarik kursi

