Klatak! Klatak! "Itu apa?!" Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Selly segera menarik Ibas masuk ke kamar. Menutup pintu dan meminta pria itu untuk diam. "Huussh! Entar ketauan!" Telunjuknya dia letakkan di mulut. Satu tangan lagi membekap mulut Ibas meski cowok itu gak berniat bicara. "Eemmpp!" "Iiih, apa, sih. Kalau berisik bisa-bisa ibu tau aku masukin cowok ke kamar." Selly bergerutu tapi tak lupa memelankan suaranya. Ibas dengan mudahnya melerai bekapan Selly. "Lho. Bukannya itu benar. Kamu masukin aku ke kamar karena takut sama orangtua kamu kan... ." Oh,ya benar juga. Karena kaget Selly malah memasukkan seorang lelaki ke dalam masalah. Duh gimana sih?! Selly nampak berpikir keras. "Ya udah kalau gitu kamu ke luar degh!" "Gak bisa. Soalnya udah terlanjur," ucap Ibas jail.

