"Sepertinya kita memang harus bicara banyak hal, Vania. Kau berkata benar, dalam satu istana tak akan mungkin ada dua ratu yang berkuasa. Kurasa ini saatnya salah satu dari kita harus menyingkir," ucap Karin dengan mata menyipit dan seringai sinis di wajahnya. *** Mobil yang di tumpangi Rendi akhirnya berhenti di Mall Senayan, tempat terakhir keberadaan Vania. Bergegas ia melangkah masuk ke bangunan tersebut dengan wajah cemas. Sepanjang perjalanan menuju Mall Senayan, pikirannya bercabang. Perasaan gelisah masih terus mengikatnya. Membuat lelaki itu sedari tadi menghela nafas panjang demi menenangkan diri. Dengan langkah yang lebar, lelaki muda itu akhirnya memasuki bangunan mall yang megah tersebut, nafasnya tampak naik turun, menandakan bahwa dirinya tak cukup mampu mengendalikan ra

