Bab 18

885 Kata

Mendengar perkataan Helena seketika Vania merasa kepalanya begitu berat serta lidahnya kelu untuk berkata-kata. Sedang Karin, wanita itu sempat terdiam sejenak, lalu beberapa saat kemudian, meremas ujung pakaiannya sambil mengulas senyum getir di wajahnya. *** Tenggorokan Vania seketika tercekat mendengarnya, wanita itu tidak menyangka jika ibu mertuanya bisa memikirkan masalah bulan madu mereka. "Bu-bulan madu, ma? Ba-bali?" Gugup Vania memastikan kebenaran ucapan Helena, Ibu mertuanya tadi. "Iya, sayang. Setelah menikah, kau dan Rendi belum menikmati masa bulan madu kalian, benar kan?" Jawab Helena. Vania mengangguk samar, seakan membenarkan ucapan Helena. Setelah pesta pernikahannya tiga bulan lalu, ia dan Rendi memang belum mengecap indahnya berbulan madu. Bukan karena Rendi tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN