Bab 67

863 Kata

Flashback Karin 2 "Maaf, boleh tahu dengan siapa saya bicara?" Sapa Yuna ramah, tak lama terdengar suara seorang lelaki di ujung sambungan telepon itu membalasnya dan kembali menjelaskan maksud dan tujuannya. *** Karin terpaku melihat sosok tubuh yang terbujur kaku di atas ranjang rumah sakit itu, jangan ditanya betapa hancur hati dan perasaannya saat ini. Wajahnya begitu pilu tanpa air mata yang keluar. Entah sudah berapa kali ia jatuh pingsan. Yah, air mata Karin sudah mengering menangisi kepergian calon suaminya yang tak terduga ini. Sungguh, dalam mimpi pun tak pernah terbayangkan olehnya akan mengalami nasib yang menyedihkan seperti ini. Jodoh, maut, rejeki memang sudah menjadi rahasia tuhan. Tak akan ada seorang pun yang bisa mengubah ataupun menolaknya. Namun, satu hal yang beg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN