"Aaarghh! Aarghhhh!" Roshni semakin kesakitan, dia tidak tahu lagi akan menahannya bagaimana. Bayi chudail itu seakan-akan akan terlahir sekarang. "Keadaan Roshni semakin parah, Bu! Bagaimana ini?" "Roshni, Bibi terpaksa harus melakukan ini ke kamu, karena ini semua demi kebaikan kamu dan kami semua di alam kabut! Di sini Bibi akan menunggu kamu, Nak!" "Nak, jika di masa lalu kau melupakan semuanya, lihatlah cincin ini! Di cincin ini ada foto Bibi dan Syera! Ini sebagai pengingat bahwa kamu ada hubungan persaudaraan dengan kami!" Shalaka memasangkan cincin pada jari manis Roshni sebagai pengingat. SREEET! Roshni ditusuk dengan kujang, tubuh Roshni seketika berubah menjadi kabut asap putih dan hilang entah kemana. "Rosh--Roshni mana, Bu?" tanya Bu Yenyen. "Roshni sudah kembali k

