bc

RATU KABUT

book_age16+
177
IKUTI
1K
BACA
adventure
revenge
dark
powerful
princess
witchcraft
supernatural
horror
school
war
like
intro-logo
Uraian

Roshni Virgianisa, seorang remaja culun yang senantiasa dijadikan sebagai bahan perundungan oleh teman-teman sekolahnya. Roshni pintar dan cerdas, namun mentalnya lemah dan sangat bertolak belakang dengan pikirannya, sehingga ia terus dijadikan bahan hinaan. Namun, siapa sangka, takdir menjadikannya seorang ratu jin dari marga kabut, dan mengharuskannya memimpin kerajaan kabut di atas puncak gunung. Tetapi karena dendam kepada teman-temannya yang berada di sekolah, ia justru memberikan tahtanya kepada seorang Bhaisasuri, siluman kuda. Roshni hanya ingin membalas dendam. Hingga suatu saat, sebuah petaka besar menimpa dirinya. Teka-teki, intrik, penghianatan dan konspirasi bersatupadu di dalam kisah ini, sebuah kisah pencampuran antara alam manusia dan alam jin yang tak pernah ada sebelumnya!

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
Bismillahirohmanirohim ... DISCLAIMER: Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Cerita ini hanya fiksi belaka, cerita ini dibuat semata-mata untuk lebih beriman kepada Tuhan YME dan menjauhi perbuatan supernatural yang menyimpang. Jangan meniru adegan-adegan yang ada di cerita ini yang dirasa tidak pantas untuk ditiru seperti di antaranya: bullying verbal maupun fisik, memberikan caci maki, ejekan, melakukan perlawanan berlebihan, pembalasan dendam, DSB. Diharapkan jadi pembaca yang bijak dengan melekatkan sisi positif dari cerita ini dan membuang jauh-jauh sisi negatif dari cerita ini. Saya sebagai Penulis cerita ini sudah mengingatkan kalian yang akan membaca cerita ini. Jangan lupa juga untuk membaca basmalah/berdo'a terlebih dahulu sebelum membaca cerita ini. Wabillahitaufik walhidayah, Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, happy reading! Siang itu, cuacanya begitu terik, hingga membakar pori-pori kulit. Di sebuah lapangan sekolah yang lega, segerombolan siswa dan siswi kelas sebelas IPA enam sedang berolahraga sendiri-sendiri. Para lelaki sibuk bermain sepak bola, dan para perempuan sibuk bermain bola volly. Namun ada yang menjadi pusat perhatian, seorang remaja perempuan dengan rambut dikuncir dua tampak sedang dirundungi oleh ketiga teman-teman perempuannya, rambut mereka bertiga terurai, hal itu membuat mereka sangat cantik, tetapi sayang akhlaknya jauh dari kata cantik. Di bawah pohon rindang yang ada di dekat lapangan. Remaja perempuan yang dikuncir itu nampak bersimpuh di kaki orang-orang yang tengah merundunginya. Dia menangis dan terus merintih kesakitan, ia merasakan sakit di fisik dan sakit di hatinya akibat perundungan yang ia terima dari teman-temannya yang kejam dan tak mempunyai perasaan. "Awas lo ya, kalau besok lo kagak ngerjain tugas gue, habis lo!" ancam Amanda Aulia, yang merupakan salah satu ketua geng bullying yang bernama geng kalajengking merah, geng ternama, paling ditakuti satu sekolah SMA 1 Nusa. Geng kalajengking merah terdiri dari dua anggota yang bernama Amayra Karista, dan Athalla Aktar Mirza. Beserta satu ketua geng yang bernama Amanda Zivanka Putri. "I-Iya, Kak. Hiks-hiks-hiks." Tangis Roshni Ananya Putri Virgianisa, siswi culun nan cepu yang selalu menjadi bahan bulan-bulanan siapa saja yang ingin melampiaskan emosinya. Roshni sangat lemah, bila ada yang menindasnya, ia sama sekali tak melawan. Roshni hanya bisa bergemetar ketakutan dan diam. Roshni seakan-akan pembantu di SMA 1 Nusa, adik kelas dan kakak kelasnya menindasnya habis-habisan, memanfaatkannya, menghinanya. Bahkan memukulinya sebagai bahan pelampiasan. "Ngapa lu? Bengek, Hyung? Hahaha," ejek Athalla, karena napas Roshni tersenggal-senggal tidak karuan. Ia sangat senang melihat Roshni menderita di depannya, memang tak waras. "Hah? Bengek? Hahaha, parah lo, Thal!" cerca Amayra, tertawa. "Lemah banget si lu! Baru juga di gituin dah nangis, kek bocah!" sosor Athalla. "Tau lo bocah, dasar lemah!" Amayra. "T-Tolong, jangan hina aku lagi, Kak. Ampun, hiks-hiks-hiks," ucap Roshni, lemah dengan isakan tangis yang ditahan. "Dasar! Udah remaja masih aja nangis kaya bocil! Guys, ayo kita cabut dari sini, tinggalin aja si babu culun ini!" kata Amanda, tak sudi lagi mendengarkan tangisan Roshni yang semakin menjadi-jadi. "Ayolah, mata gue udah sepet liat si culun ini!" sahut Athalla, dengan ejekan yang sangat membuat hati Roshni semakin terpuruk. Gila! Mereka orang tak tahu diri, sudah menyuruh Roshni mengerjakan tugas-tugasnya tetapi mereka malah memperlakukan Roshni semena-mena. Memang orang jaman sekarang rata-rata tak tahu diri, apalagi malu. Urat malu mereka sudah putus karena kekuasaan yang hanya digunakan untuk kebatilan dan kejahatan. Mereka sangat kejam, sebab itulah mereka sangat ditakuti satu sekolah. "Ayo!" DAGG! Sepatu Athalla menginjak telapak tangan Roshni dengan sengaja. Tanpa rasa bersalah Athalla hanya tersenyum licik pada Roshni yang malang itu. "Aaaa!" Roshni berteriak karena injakan Athalla membuat telapak tangannya seakan-akan remuk dan patah. "Ups! Maaf sengaja." Athalla, dengan senyum mengejek. "Hahahaha!" tawa Geng Kalajengking, yang merasa puas dengan penderitaan Roshni. "Maaf ya, cupu. Gue enggak sengaja," ucap Athalla, dengan mimik wajah yang berpura-pura sedih. "Haha, enggak usah minta maaf kali, Thal. Itu juga pantes untuk gadis cupu kek dia!" sahut Amanda, yang diangguki oleh mereka. Kemudian Amayra menunduk, menjajarkan tingginya dengan Roshni yang kini tengah duduk dan menundukan kepalanya, tak berani menatap kedua mata Amayra. "Inget! Jangan lupa kerjain tugas kita-kita! Dan, jangan sampai ada yang salah! Ngerti?" Amayra, seraya menunjuk kepala Roshni. "I-Iya, Kak," lirih Roshni, lemah. Setelah puas melihat Roshni menderita, geng Kalajengking merah pun mulai meminggalkan Roshni sendirian, dengan keadaan yang begitu menyedihkan. Sungguh begitu kejam tindakan mereka kepada Roshni, Roshni hanya ingin bersekolah tanpa tindakan penindasan seperti ini. Dari awal masuk ke sekolah, Roshni selalu terkena tindakan bullying dan perundungan dari seluruh teman-temannya. Roshni tak mau seperti ini, tapi mau bagaimana lagi, Roshni lemah, takut, dan juga sangat cengeng terhadap apa pun yang terjadi. Perilaku Roshni yang terus seperti ini, membuat siapa saja ingin merundunginya. Geng kalajengking merah, salah satu musuh yang membuat Roshni tersiksa di sekolahnya sendiri. Dari sekian orang yang merundunginya, geng Kalajengking merahlah yang paling parah. Sudah beberapa kali geng kalajengking dipanggil ke ruangan bimbingan konseling karena terlalu banyak menyakiti Roshni. Namun, mereka bertiga terus merundungi Roshni, bahkan lebih parah lagi dari sebelum-sebelumnya. "Rosh!" seorang perempuan berkerudung putih segi empat memegang pundak Roshni, tangannya begitu halus dan mengeluarkan bau minyak wangi melati. "Maaf aku gak bisa bantu kamu, ya," katanya, dengan wajah yang sangat mengasihani Roshni. "Udah, Rosh enggak apa-apa kok," jawab Roshni, lirih. "Tapi, wajah kam__________" belum menyelesaikan ucapannya, mendadak ucapan Aisyah dipotong oleh Roshni yang begitu kepayahan. "Hmm, udah. Kamu mau berteman sama Rosh aja, Rosh udah bersyukur kok." Roshni, memaksakan untuk tersenyum. "Tapi____________" lagi-lagi, karena Roshni tak mau membuat Aisyah khawatir, ia memotong ucapan Aisyah. "Udah, Rosh enggak apa-apa kok. Enggak usah khawatir," ucap Roshni meyakinkan sahabatnya bahwa ia baik-baik saja. "Beneran?" tanya Aisyah yang memastikan kondisi Roshni. Bagaimana ia percaya bahwa Roshni tidak kenapa-kenapa, jelas-jelas ia melihat wajah Roshni yang pucat dan dipenuhi oleh keringat dingin. Itulah yang membuat Aisyah begitu khawatir dengan keadaan Roshni. Aisyah takut Roshni kenapa-kenapa akibat perundungan yang dilakukan geng kalajengking merah tadi. Aisyah Kinanti, remaja berhijab yang cantik jelita, Aisyah adalah sahabat setia Roshni. Ia merupakan satu-satunya orang yang membela Roshni di setiap Roshni sedang kesusahan, walaupun selalu datang terlambat, terlambat daj terlambat. Aisyah terkadang melawan musuh-musuh Roshni secara fisik, dan verbal. Aisyah tak tega melihat Roshni diperlakukan layaknya binatang di sekolahnya, ia sangat tak tega juga saat melihat kondisi Roshni yang begitu pilu. "Iya, Rosh enggak apa-apa kok," jawab Roshni yang sangat yakin, seraya tersenyum lembut, meski terlihat senyumannya hanya dipaksakan. "Yaudah kalau gitu ... ayo kita masuk ke kelas," ajak Aisyah pada Roshni, seraya membantu Roshni berdiri. Karena Roshni orangnya begitu baik dan tak mau bercerita kepedihannya, Aisyah membawa Roshni ke kelas, siapa tahu di kelas Roshni akan lebih baik. "Ayo, Syah." Keduanya pun mulai meninggalkan lapangan yang begitu panas oleh terik matahari. Mereka menuju kelas mereka, dengan Aisyah yang menuntun Roshni yang tampak benar-benar lemah tidak berdaya. *** Tepat pukul 15.00 sore, Roshni pulang ke rumahnya yang berada di perumahan Majalengka Asri, tak jauh dari sekolahnya yang megah. Seperti biasa Roshni disambut kesunyian rumah, tak ada ibu atau pun ayah yang menyambutnya. Menurut pandangannya, mereka berdua sibuk dengan pekerjaan, sampai lupa kepada anaknya sendiri, tetapi ia sadar, ini demi kebaikan keberlangsungan keluarga mereka. Brak!! Klek! Pintu ia tutup dan dikunci rapat-rapat, gorden pun ia tutupi agar tak ada siapa pun yang bisa melihat seisi rumahnya. Roshni duduk di depan pintu, membendung tangisan yang diberikan teman-temannya di sekolah. "Aaaaaaaaaaaaa!" jerit Roshni di dalam kamar, seraya membanting tas sekolahnya. "Mengapa semua ini terjadi pada Rosh? Hiks-hiks-hiks, Roshni selalu saja dirundung oleh semua teman-teman Roshi. Kapan Rosh bisa bahagia, Ya Allah? Rosh ditindas, dicaci, dimaki bahkan dipukul. Kapan penderitaan semua ini berakhir? Hiks-hiks-hiks." Pecah sudah tangisan Roshni, ini adalah tangisan yang Ia bendung dari sepulang sekolah, ia terus teringat dengan perundungan yang diberikan kepadanya di sekolah. "Orang tua yang seharusnya berada di samping Rosh di saat Rosh rapuh dan butuh semangatnya, malah mementingkan pekerjaanya dibandingkan Rosh ... yang notabenya adalah anak, kemana Rosh harus pergi? Kemana? Hiks-hiks-hiks." Tangisan Roshni kembali menjadi-jadi. Roshni sangat kasihan, membuat orang yang melihat keadaannya sekarang akan tak tega dan langsung ingin memeluk Roshni dengan erat. "Kenapa semua ini terjadi pada Rosh? Kenapa? Kalau Rosh diciptakan hanya untuk menderita, lebih baik Rosh tak pernah melihat dunia yang kejam ini, Ya Allah!" "Rosh hanya ingin bahagia! Apakah sesulit itu? Hiks-hiks-hiks." "Roshni capek, Roshni lelah. Roshni ingin seperti mereka yang bahagia dengan keluarganya. Apakah sesulit itu, Ya Allah?" Roshni seantiasa mengadu kepada Tuhan-Nya, atas permasalahan yang terus saja menimpa kehidupan Roshni. Beginilah kehidupan Roshni, setiap ia pulang dari sekolah, Roshni selalu menangis di depan pintu sebari meratapi kehidupannya yang begitu menyedihkan. Tanpa ayah atau pun ibu yang menyemangatinya, kehidupannya semakin hampa. Roshni bagaikan hidup sebatangkara. Roshni sebenarnya tak mau menjadi orang seperti ini, namun mungkin ini takdir untuknya. Mata Roshni selalu lebam karena menangis setiap saat, andaikan ada suatu keajaiban supaya dirinya tak mempunyai ketakutan terhadap teman-temannya, pasti dia tak akan jadi bahan rundungan seperti ini. Roshni begitu lelah menjalankan kehidupannya, Roshni ingin mati namun tak mau, tetapi jika hidup, ia enggan. Rasanya semuanya serba salah, ia bingung harus berbuat apa. "Boleh kalian mengatakan bahwa Rosh lebay, tetapi ingat. Andaikan kalian di posisi Rosh, pasti kalian akan melakukan hal yang sama seperti Rosh. Hiks-hiks-hiks." Kisah ini baru dimulai, sebuah kisah seorang remaja lemah yang senantiasa di bawah kekuasaan si penguasa. Remaja lemah itu akan segera bangkit untuk melawan segala penindasan yang telah terjadi kepadanya, hinaan, cacian bahkan makian menjadi satu terekam di dalam memori Roshni, mengingat segala hal yang pernah terjadi kepadanya. Dalam ribuan air mata yang ia keluarkan terdapat api membara pembalasan dendam di dalam hati kecilnya. "Uhuk!" Roshni batuk karena tangisannya. Saat Roshni batuk, ia mengeluarkan sedikit kabut asap yang tebal, yang bisa dilihat oleh mata kepala Roshni sendiri. Hal ini kerap kali terjadi di setiap ia batuk, karena sering, ia sampai tak menganggapnya hal aneh, justru ia anggap ini adalah bawaan lahir yang normal. Roshni mungkin tidak akan menyangka, kabut asap yang terus ia keluarkan menandakan bahwa dirinya adalah keturunan seorang ratu kabut dari alam jin. Ia pula tak akan menyangka setelah mengetahui kalau sebentar lagi Roshni bisa membalaskan dendam kepada seluruh teman-temannya yang menindasnya habis-habisan. Di sebuah istana kabut yang keberadaannya jauh dari nalar manusia, terdapat seorang wanita cantik menggunakan gamis, rambutnya putih, terurai panjang menjuntai sampai ke kaki, di kepalanya terdapat mahkota berlian. Mungkin perempuan itu adalah penguasa di istana kabut. Tampak Ia sedang berdiri di sebuah ruangan kerajaan yang setiap temboknya berwarna putih dihiasi dengan ukiran-ukiran tembok yang indah. Tak hanya itu, kabut berwarna putih yang terus muncul, membuat tempat tersebut bagaikan di kayangan. Di depannya sebuah cermin besar yang memperlihatkan keadaan Roshni di dunia. Dengan penuh kesedihan, ia melihat Roshni yang sedang berjuang di dunia manusia. Tetes demi tetes air mata keluar dari kelopak matanya yang indah. Pula selendang putih melekat di gamisnya, berterbangan ke sana-ke mari mengikuti angin yang berhembus kencang. "Nak, penderitaanmu akan segera selesai ... tunggu sebentar ya, Nak," ujarnya, sebari meneteskan air mata. "Bagaikan seorang putri yang harus diuji sebagai seorang ratu, kau harus menjalankannya. Boleh kau menangis, boleh kau meratapi kehidupanmu yang sangat sulit, tetapi ingat, Nak ... usaha tak akan menghianati sebuah hasil. Ujianmu di dunia, setara ujianmu di alam kabut. Kelak kau akan menggantikan posisiku, tunggu beberapa hari saja lagi, Nak. Pernyataan yang membingungkan dan penuh tanda tanya. Sebenarnya apa maksud wanita itu? Mengapa dia berkata seperti itu kepada Roshni? Apa Roshni ada hubungannya dengan perempuan tersebut? Ini aneh bahkan sangat aneh. Namun jangan berkecil hati, ribuan pertanyaan yang ada di benak kalian akan terjawab di dalam kelanjutan kisah ini, karena kisah ini baru saja akan dimulai. "Nak, beberapa hari lagi, kau sudah akan bisa melawan semua rasa takutmu itu."

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
40.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
60.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook