DAARR! Terdengar suara petir yang menggelegar, awan hitam mulai menyelimuti langit Desa Zahreela. Baru saja mereka akan kembali ke bus, tapi air hujan malah turun dengan cepat. Mereka berlima pun asal masuk ke sebuah rumah kuno yang tidak jauh dari rumah bu Mithila. Rumah itu kosong dan pintunya tidak terkunci. Hujan membuat mereka sedikit basah kuyup, syukurlah ponsel mereka tidak terkena air hujan. "Eh, Dit! Kita masuk ke rumah siapa? Kok tau-tau kamu masuk kesini, nggak sopan pisan!" sindir Ilma. "Nggak tau, hehe. Kayanya rumah ini udah lama kosong deh, jadi gue masuk aja kesini." "Huh, ayo kita permios dulu." Ajak Desti, permios adalah kata lain dari permisi dalam bahasa Sunda. "Punten ..." "Permisi ... punten ..." Sudah beberapa kali mereka mengucapkan permisi, tapi tidak

