"Lah, gue tadi nganterin Sabil dulu service HP. Ini gue baru pulang. Gue pikir dia ada acara karena tadi baliknya buru-buru banget." Wil yang sudah benar-benar lelah, dengan tak sabaran mencengkeram kerah seragam Arsen. "Lo jangan bercanda! Tinggal lo doang harapan gue. Dia enggak ada di rumah Sabil, Hanin, Aries, atau Naren!" "Kok lo nyolot? Yang sayang sama Bayu itu banyak. Dia bisa pergi ke mana pun kalau mau. Sayangnya dia b**o karena memilih tinggal di tempat orang-orang yang selalu bikin dia sakit." "Maksud lo apa, hah?" Wil menguatkan cengkeramannya, kemudian mendorong Arsen hingga punggung pemuda itu membentur dinding. "Kakak!" bentak Mario. Ia yang semula menunggu di mobil langsung berlari cepat menghampiri mereka. Takut jika Wil lepas kontrol dan menyakiti orang lain pada akh

