Kebohongan

1474 Kata

Menjelang tengah malam, Mario dan putranya baru pulang. Keduanya kompak membanting tubuh ke sofa, kemudian memejamkan mata. Melelahkan sekali seharian berkeliling tanpa ada hasil. Namun, hanya sebentar saja Mario mengistirahatkan tubuhnya. Pria itu kembali membuka mata, lalu meraba dahi putranya. "Kak, tidurnya pindah ke kamar." Tak terdengar jawaban karena sepertinya Wil sudah benar-benar jatuh tertidur. Mario meliarkan pandangannya, mencari keberadaan sang istri. Pintu depan terkunci, dan lampu ruang tamu pun dimatikan. Apakah istrinya sedang tidak di rumah? Pria itu bangkit, mengguncang tubuh putranya, dan kembali bersuara, "Kak, bangun dulu. Tidurnya di kamar. Di sini dingin." Wil menggeliat, tetapi tak langsung membuka mata. Berat sekali rasanya, ditambah kepalanya sedikit pusing.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN