"Mami nyerah. Enggak bakat masak, sumpah!" Naren terkekeh melihat maminya terus menggerutu karena sejak lebih dari satu jam yang lalu selalu gagal membuat bubur. Pertama, masih mentah. Kedua, tidak sering diaduk karena mengeluh kepanasan, alhasil tekstur buburnya jauh dari lembut. Terakhir, airnya terlalu sedikit. Jadi, ditinggal beberapa saat saja sudah menyatu menjadi kerak. Padahal, ia ingin sekali membuat sesuatu sebagai penebus dosa karena tidak bisa menemani Bayu sejak semalam. "Naren, kita delivery aja, ya? Mami khawatir kalau Bayu sampai makan masakan Mami, yang ada nanti bukan sembuh malah masuk rumah sakit lagi." "Udah, Mbak aja yang masak. Kamu duduk manis aja di sana." Amara yang baru saja selesai menyeka tubuh Bayu dengan air hangat, langsung mengambil alih pekerjaan Milly.

