Keributan

1497 Kata

“Begitu banyak goresan luka di masa lalu... Sudah banyak tetes air mata yang di tumpahkan... Membuat Rasa ini telah mati dan terkubur dalam, hingga tak ada lagi sisa Rasa yang di miliki...” Darren Alcander. . . Suasana di Restoran terasa semakin memanas karena Amira terus memancing amarah Eva, bahkan beberapa pengunjung Restoran mulai melirik ke arah mereka. “Bukankah sudah jelas? Kau bersikap manis dan tersenyum menebar pesona pada suamiku bahkan di Depan suamimu sendiri, kalo bukan pelakor murahan lalu aku harus sebut kau apa?” Ejek Amira pada Bunda Eva dengan senyum sinis. “EH... NENEK LAMPIR!! Enak aja ngatain Bunda Nao, situ punya kaca kan? Yang lebih pantas di sebut PELAKOR MURAHAN itu situ lah...!! Pakai baju aja nggak benar, mirip Banci kaleng. Pakai sok-sok an ngatain Bunda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN