bc

LITTLE SIS Pengacau Hatiku

book_age18+
694
IKUTI
7.4K
BACA
family
HE
age gap
kickass heroine
boss
heir/heiress
drama
bxg
mystery
loser
secrets
like
intro-logo
Uraian

SEQUEL AY, MY WORLD...

_

Di sarankan membaca Ay, my World dulu ya... Biar tahu keseruan dan kesolidan Persahabatan Tiga bujang kece.

.

Gimana ya? Kalau Darren yang terkenal dengan predikat JODI alias Jomblo Abadi karena sikapnya yang dingin, kaku dan anti cewek... Harus seatap dengan adik tiri perempuannya Naomi Alora Oksana.

.

Gadis remaja bawaan dari suami baru Bundanya... Yang super polos, ceria, bawel, manja dan selalu menempelinya, apalagi diam-diam adik tirinya menyimpan rasa Cinta pada Darren. Nah loh... Gimana ya?

.

Witing tresno jalaran soko kulino...

.

Mungkin itulah pepatah yang tepat menggambarkan perasaan Darren terhadap adik tirinya. Tapi bagaimana ketika Darren di hadapkan pada kenyataan bahwa Naomi ternyata mengidap Penyakit Leukimia? Dan fakta lain dibalik rahasia siapa Naomi sebenarnya? Apalagi Naomi yang meminta padanya untuk mau menerima perjodohan dari wanita pilihan Bundanya?

.

Lalu apa yang akan di lakukan Darren padahal dia baru merasakan rasanya jatuh Cinta?? Penasaran kan, ikutin terus yuk ceritanya...

chap-preview
Pratinjau gratis
Ijab Kabul
“Ini bukanlah awal dari kebahagiaan baruku... Tapi inilah awal di mulainya babak baru dalam perjalanan hidupku, mencari arah tujuan hidupku...” Darren Alcander. . . Sebuah mobil yang di kendarai oleh seorang Pemuda yang membawa tiga orang penumpang Paruh baya yang berbeda jenis kelamin, melaju dengan kecepatan sedang membela jalanan ibu kota yang sudah mulai di padati oleh kendaraan. “Bang Pandu kapan keponakanku akan tiba? Tidak marahkah jika kita meninggalkannya?” Tanya wanita paruh baya yang bernama Puput, adik kandung Pandu Hidayat. Mereka adalah dua bersaudara, sang adik Puput Dahlia Hidayat menikahi seorang Pengusaha batik asal Yogyakarta Adam Perwira dan di karuniai seorang anak laki-laki yang sekarang beranjak dewasa Agam Setya Perwira. “Abang sebenarnya juga tidak tega, tapi katanya dia tidak bisa mendapatkan tiket keberangkatan pagi. Jadi... Dia mengambil jam terbang berikutnya, mungkin siang nanti baru tiba.” Jawab Pandu yang duduk di bangku penumpang depan. “Pasti bakalan ngomel sepanjang hari tuh anak.” Celetuk Pemuda yang tak lain adalah Agam yang sedang fokus menyetir, membuat ketiga orang paruh baya itu terkekeh. “Bagaimana lagi Gam, Paman juga tidak mungkin menunda Pernikahannya sampai nanti siang... bisa-bisa penghulunya kabur.” Kata Om Pandu terkekeh. “Takut penghulunya kabur, apa Abang nih yang ngebet pengen cepat halal?” Goda Adam pada kakak laki-laki istrinya. “Tentu saja dua-duanya Dam, mumpung calon kakak ipar kamu mau sama abang.” Selorohnya, membuat mereka terkekeh lagi dengan ucapan calon pengantin yang usianya tak muda lagi. Memang Pandu harus ekstra bekerja keras untuk membujuk calon istrinya agar mau menikah dengannya, karena calon istrinya trauma akan Pernikahan nya yang dulu sempat gagal. Meskipun ini bukan pernikahan pertama Pandu tapi dia sangat bersemangat karena dia akan menikah dengan cinta pertamanya, sahabat kecilnya Eva Anindita yang terpisah karena Pandu harus mengikuti Ayahnya pindah ke luar kota. Dia adalah tipe laki-laki yang susah untuk jatuh cinta, itu terbukti bahwa dia harus membutuhkan waktu yang lama untuk menerima perempuan lain dalam hatinya yaitu Almarhum istrinya yang meninggal karena penyakit kanker rahim yang di deritanya. Bahkan dia sangat setia kepada istrinya yang tidak bisa memberikan keturunan hingga mereka harus mengadopsi anak dari sebuah Panti asuhan, setelah bertemu dengan cinta pertamanya dia sangat senang apalagi cinta pertamanya itu sudah tidak bersuami karena sudah bercerai. Tentu saja dia tidak akan menyia-nyiakannya. Mereka akhirnya tiba di sebuah rumah sederhana yang tidak terlalu besar, mereka turun di ikuti oleh rombongan lainnya yang tak lain adalah keluarga besar Hidayat yang di sambut oleh calon anak tirinya. “Selamat datang Om... Apa perjalanannya sangat lancar hingga Om datang sangat awal?” Tanya Calon anak tirinya heran, membuat keluarga besar Hidayat terkekeh. “Bukan perjalanannya... Tapi Calon Papi tirimu itu yang tidak sabar Nak.” Canda Adam. “Sudahlah jangan dengarkan adik Om Ren, mereka memang suka syirik!” Alibi Pandu menutupi rasa malunya pada Darren, calon anak tirinya yang sebentar lagi resmi menjadi anaknya. “Jiahh... Ngeles aja Paman, padahal salting tuh.” Goda Agam. “Silahkan masuk semua...” Darren yang tak ingin lama berbasa-basi langsung mempersilahkan mereka masuk. Mereka sudah terlihat duduk berbincang santai dengan kerabat Darren sambil menunggu acara Akadnya yang akan di selenggarakan satu jam lagi, ketika sedang asyik berbincang terlihat dua orang yang datang menghampiri Darren. “Sorry... Kita telat Ren.” Kata Dino menghampiri Darren di ruang tamu ikuti Arion di belakangnya. “Enggak, masih satu jam lagi acara akadnya...” Sahut Darren. “Gimana persiapannya?” Tanya Arion datar. “Semua beres, Om pandu dan pihak keluarganya juga sudah datang lebih awal... Tinggal menunggu penghulunya saja.” Jawab Darren. “Ren, ajak teman-teman kamu ke ruang tengah! Di sana lebih sepi gak banyak orang...” Kata Pandu menghampiri mereka, yang di balas anggukan dari Darren dan memperkenalkan Pandu calon Ayah tirinya kepada kedua sahabatnya Arion dan Dino. “Hemm... Kenalnya dia Om Pandu.” “Halo om... Aku Dino, sahabat Darren yang paling cakep dah.” Sapa Dino menyalami Pandu, yang di balas kekehan oleh Pandu dan di susul oleh Arion yang menyalami Pandu. “Arion Om...” “Panggil saya Om Pandu... Calon Papi tirinya Darren, senang mengenal kalian.” Katanya sambil tersenyum pada mereka. “Ayo... Kita duduk ke ruang tengah!” Ajak Darren. Mereka akhirnya pindah ke ruang tengah yang tidak terlalu ramai, mereka bertiga sibuk bercanda dan saling meledek satu sama lain untuk melepaskan kerinduan mereka karena jarang berkumpul lagi karena kesibukan masing-masing. Di saat mereka sedang asyik mengobrol... Pandu datang menghampiri mereka dan memberi tahu kalau Penghulunya sudah datang dan menyuruh Darren untuk memanggil Bundanya untuk bersiap-siap turun. Tok tok tok... “Bunda...” Darren menyembulkan kepalanya masuk. “Masuk Nak... Bunda sudah selesai kok.” Sahut Bunda Eva, Darren langsung masuk di ikuti Arion dan Dino di belakangnya. Terlihat Bunda Eva yang sudah selesai di rias oleh MUA yang di kirim khusus oleh Calon Suaminya. “Wah... Beneran ini Bunda, Cantik sekali Bun. Gak kalah dah sama ABG, Bunda seperti 20 tahun lebih muda.” Celetuk Dino yang mendapat geplakan dari Darren di kepalanya. “Gak usah alay!” Sarkas Darren yang membuat Bunda Eva terkekeh. “Astaga... Elo mah, gak pernah berubah. Sekali-kali kek lemah gemulai biar gue gak jadi samsak lo terus...” Celetuk Dino mengusap-usap kepalanya, tentu saja membuat Darren mendelik mendengarnya. “Lama-lama gue samsak juga mulut lo, gue masih normal Bambank!” Kesal Darren. “Yaelah... Baper, jangan kayak ABG labil napa!” Membuat bola mata Darren tambah melotot. “BISA DIAM GAK KALIAN!” Sembur Arion. “Sudah, sudah... Apa kabar kalian Nak? Kenapa lama sekali tidak mengunjungi Bunda? Bunda kangen sama kalian.” Kata Bunda Eva melerai mereka. “Baik Bun, Selamat menempuh hidup baru ya Bun... Semoga Bunda selalu bahagia.” Kata Arion memeluk Bunda Eva. “Terima kasih doanya Nak... Semua ini juga berkat kalian.” Ucap Bunda Eva melepas pelukannya dan menatap Arion dengan rasa haru. “Yaelah Ar... Minggir napa! Gue juga kan pengen peluk Bunda.” Celetuk Dino. “Lo kenapa hari ini resek banget sih?” Kesal Arion. “Ck! Kalian aja yang sensi... Orang gue dari tadi nggak ngapa-ngapain kok, justru gue yang dari tadi jadi sasaran kekesalan elo karena si Mantan terindah udah balik dan parahnya elo malah di cuekin.” Cerocos Dino dengan lancar tanpa ada rasa takut karena ada Bunda Eva sebagai tameng jika kedua sahabatnya akan membullinya, kapan lagi coba? Pikir Dino bisa menang melawan mereka. Biasanya dia hanya akan menjadi pihak yang teraniaya. Tentu saja mendapat dengusan dari kedua sahabatnya Darren dan Arion. “Sudah gak usah ribut... Sini ayo peluk Bunda!” Dino pun langsung memeluk Bunda Eva. “Gak usah lama-lama! Bunda udah di tungguin di bawah.” Lerai Darren. “Ah... Elo Ren, gak like ah!” Dino mencebikkan bibirnya dengan kesal. Mereka akhirnya turun untuk memulai acara Ijab kabulnya, Pandu di buat terkesima dengan penampilan Calon istrinya hingga tak berkedip. Meskipun usianya tidak muda lagi, tapi Bunda Eva terlihat cantik dengan kesederhanaannya dan itulah yang membuat Pandu selalu jatuh hati padanya. “Sudah siap Pak Pandu?” Tanya Pak Penghulu. “Siap...” Jawabnya mengangguk dengan mantap sambil tangannya menjabat Pak penghulu sebagai wali karena orang tuanya Eva sudah meninggal. “Bismillahirrohmaanirrohiim... Saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Pandu Hidayat bin Panji Hidayat dengan saudari Eva Anindita bin Abi Herawan dengan mas kawin seperangkat alat Sholat dan emas seberat 100 Gram di bayar tunai.” Ucap Penghulu. “Saya terima nikahnya Eva Anindita bin Abi Herawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 100 Gram di bayar tunai” Kata Pandu tegas dan lancar dalam satu tarikan nafas. “Bagaimana Para saksi?” Tanya Pak Penghulu. Sebelum para saksi mengucapkan kata sah, terdengar suara perempuan yang menggema dari arah pintu masuk. “PERNIKAHAN INI TIDAK SAH...!” Pekiknya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Takdir Tak Bisa Dipilih

read
10.3K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
35.8K
bc

Pacar Pura-pura Bu Dokter

read
3.1K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.3K
bc

Jodohku Dosen Galak

read
31.1K
bc

Desahan Sang Biduan

read
54.1K
bc

Silakan Menikah Lagi, Mas!

read
13.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook