“Jika pertemuan kita adalah takdir, biarkan takdir membawamu padaku...”
Naomi Alora Oksana.
.
.
Pekikan suara perempuan itu membuat semua orang langsung menoleh ke arah sumber suara, terdapat seorang remaja berkaca mata hitam yang menenteng sebuah koper datang menghampiri mereka. Dengan rok lipit mininya tapi dengan kaki yang di balut legging tipis dan ankle boots di kakinya, jaket long coat ala korea yang membuat tubuh mungilnya terlihat modis dan proporsional... Juga rambut brown panjangnya yang di curly menambah kesan ala bintang K-Pop.
Darren yang melihatnya sempat tertegun sejenak karena paras Perempuan tersebut yang terlihat cantik dan imut bak boneka, tapi sesaat dia tersadar ketika Perempuan tersebut berjalan ke arah Calon pengantin yang tak lain adalah Ibu dan Ayah tirinya. Darren sangat geram... Dia mengepalkan tangannya dengan erat karena berpikir bahwa Perempuan itu akan mengacaukan acara pernikahan tersebut, membuat dia berniat menghampiri Perempuan tersebut untuk mengusir dan membuat perhitungan.
“Sabar dulu, kita liat apa yang akan di lakukan perempuan itu?” Cegah Arion.
Mereka melihat dengan santainya Perempuan itu duduk di antara tamu dan para kerabat.
“Kenapa?” Tanya gadis itu mengernyit setelah membuka kacamatanya, terlihat mata belo-nya yang terlihat jernih bak boneka. Dia mengedipkan matanya berulang kali dengan raut wajahnya yang begitu polos karena melihat semua orang yang menatap ke arahnya dengan begitu penasaran.
“Silahkan lanjutkan lagi Pak Penghulu...” Katanya lagi tersenyum dengan manisnya apalagi dengan lesung pipinya membuat senyumannya terlihat sangat menawan.
Tentu saja membuat semua orang cengo dan menatapnya dengan tatapan tak percaya, mereka berpikir bahwa gadis itu akan mengacaukan pernikahan ini tak terkecuali Darren dan sahabatnya tapi nyatanya gadis itu malah duduk manis di antara para tamu dan menebar senyumnya ke arah mereka.
Dasar cewek gak waras...!
Umpat Darren.
Cantik sih cantik tapi kelihatannya agak-agak o’on dah...
Batin Dino.
Kalau Arion hanya menatapnya datar, jangan di tanya apa isi kepalanya besti? Pastinya hanya terisi oleh pujaan hatinya Aileen... lainnya mah lewat.
Akhirnya acara Ijab kabulnya di lanjutkan dengan lancar dan khidmat, terlihat para tamu dan kerabat sanak saudara mengucapkan selamat kepada Pengantin baru yang tak lagi muda itu. Terlihat gadis yang tadi sempat mengacaukan acara itu melenggang masuk ke ruang tengah, Darren yang melihatnya tentu saja geram dan langsung mengikutinya dengan Arion dan Dino di belakangnya.
Gadis itu terlihat menengok sisi kanan dan kiri seolah meneliti isi ruangan tersebut, lalu ketika melihat sofa dia langsung duduk dengan santainya.
“Hai, Gadis gila... Ngapain lo di sini? CEPAT KELUAR!!” Bentak Darren.
Gadis itu langsung tersentak karena bentakan Darren, dan langsung berdiri. Dia menatap Darren dengan pandangan yang sulit di artikan dengan mata besarnya yang mengerjap lucu.
Galaknya... Tapi kece, garangnya seperti Lion tapi bikin Nao gemes deh sama mukanya.
Naomi benar-benar di buat terpanah dengan sosok Darren yang sangat tampan di matanya... Tubuh tinggi dan tegap, sorot matanya yang tajam seperti elang, alis tebal dengan rahangnya yang tegas menambah kesan garang pada wajahnya tapi justru karena hal itu yang membuat Naomi terpesona pada Darren.
Darren yang malah di tatap gadis itu secara intens membuat dia mengernyit dengan bingung.
Nih anak beneran gila apa? Gak ada takut-takutnya, malah ngeliatin gue kayak gitu. Beneran sinting kali ya...
Batin Darren heran.
“APA LIHAT-LIHAT!!” Bentak Darren lagi karena merasa tak nyaman karena gadis itu terus menatapnya tanpa berkedip.
“LO BUDEK YA! GUE BILANG PERGI...!!” Darren yang mulai tak bisa menahan amarahnya.
“Tenang Ren, kasihan tuh anak.” Sahut Dino.
“Elo ngapain ladenin tuh cewek, biarin aja... Gak macem-macem juga anaknya.” Arion yang juga berusaha untuk menenangkan Darren.
“Ada apa ini?” Tanya Bunda Eva menghampiri mereka ke ruang tengah di ikuti Papi Pandu di belakangnya.
“Gak papa Bun, Darren cuma mau usir Cewek gila ini...” Jawab Darren dengan nada yang sedikit melembut tapi sorot matanya tetap menatap Naomi dengan tajam.
“Husst... Darren, mulutnya di jaga Nak... Bunda nggak suka” Omel Bunda Eva.
“Nao, apa kamu buat ulah lagi?” Tanya Papi Pandu pada Gadis itu.
“Enggak Papi...” Cicit gadis itu pelan seraya menggeleng-gelengkan kepalanya lucu seperti anak kecil.
“Papi?” Gumam Darren.
Ternyata gadis yang sempat mengacau tadi adalah Anak perempuannya Pandu, Naomi Alora Oksana yang kuliah di Korea karena Bibi dan Pamannya tinggal di Sana. Bibi-nya adalah Saudara kandung dari Almarhum Ibunya asli kewarganegaraan sana.
“Dia siapa Papi?” Tanya Naomi berinisiatif lebih dulu bertanya dengan telunjuknya yang menunjuk pada Darren.
“Dia anak Bunda Eva dan berarti sekarang akan menjadi kakak tirimu Nak.” Jelasnya.
Naomi tak memberi balasan lagi tapi dia malah sibuk memperhatikan Darren dari atas ke bawah dengan teliti berulang kali, lagi-lagi membuat Darren mengernyit heran.
Benar-benar cewek aneh...
Cibir Darren dalam hati.
Tapi tiba-tiba saja Darren di buat tercengang karena Naomi yang menghampirinya dan memeluknya erat.
Deggggg...
Darren di buat mematung dengan tindakan Naomi yang begitu spontan, Naomi tidak tahu bahwa ini pertama kalinya Darren di peluk oleh Perempuan selain Bundanya... Membuat jantung Darren jedag jedug di buatnya.
Sahabatnya Arion dan Dino hanya bisa menahan tawanya melihat ekspresi Darren yang terlihat sangat lucu, sedangkan Bunda Eva dan Papi Pandu terlihat menghela nafas lega karena Naomi bisa menerima Darren sebagai saudaranya.
“Yeayy... Akhirnya Nao punya kakak..” Sorak Naomi dengan senang setelah melepaskan pelukannya.
“Dasar gadis sinting!” Cibir Darren.
“Ih... Kakak, nama aku Naomi Alora Oksana tau! Kakak bisa panggil aku Naomi atau Nao seperti Papi yang memanggil Nao.” Celotehnya.
“Nama kakak siapa?” Tanya Naomi antusias.
“Lo kan tadi udah dengar dari Bunda, ngapain masih tanya lagi?” Ketus Darren.
“Darren... Jangan ketus begitu sama Adek kamu!” Peringat Bundanya, membuat Darren menghela nafasnya.
“Darren...” Ucap Darren singkat.
“Nama panjangnya kakak siapa?” Tanya Naomi penasaran.
“Ish... Elo bawel banget sih!” Ketus Darren membuat kedua sahabatnya terkikik.
“Ih... Kakak, Nao kan pengen tau nama panjang kakak.” Kata Naomi mengerucutkan bibirnya.
“Darren Alcander Nak...” Bukan Darren yang menjawab tapi Bunda Eva karena gemas dengan Anak kandungnya itu yang sangat ketus dan dingin bila berhadapan dengan perempuan.
“Kalau gitu Nao panggil kak Al aja ya kak? Biar Nao nggak susah-susah panggilnya...” Kata Naomi sambil menggoyang-goyangkan lengan Darren.
“Terserah...” Ketus Darren melengos.
“Ini ngapa dah pada berdiri semua? Kan bukan upacara bendera jadi duduk yuk! Pegal nih...” Celetuk Dino.
“Iya... Nao juga capek Kak V” Sahut Naomi sedangkan yang lainnya sudah duduk lebih dulu.
“Kak V siapa?” Tanya Dino mengernyit.
“Kakak lah...” Jawabnya tersenyum dengan lebar sambil menarik tangan Darren untuk duduk.
Memang tak dapat di pungkiri bahwa ketiga bujang kece tersebut memiliki paras yang sangat tampan dengan kadar masing-masing... Dino yang wajahnya terlihat agak bulat menambah kesan imut dan babyface seperti Aktor dan penyanyi Kim Taehyung, mungkin versi Asia atau lokalnya sekelas Angga Yunanda terlihat imut dan babyface.
Darren yang tampan dengan wajah tegas dan garangnya mirip seperti Aktor Yang Yang, meskipun terlihat Pendiam dan misterius tapi senyumnya yang jarang dia perlihatkan bisa membuat Para kaum Hawa meleyot. Kalau versi Asia-nya mungkin Sebelas Dua belas dengan Rizki Nazar. Sedangkan Arion secara fisik ketampanannya tidak usah di ragukan lagi, pastinya sekelas Aktor Sehun atau Cha Eun Woo yang terlihat sangat sempurna.
“Sembarangan...! Main panggil nama orang sembarangan.” Kata Darren menjitak kepala Naomi dengan kesal ketika mereka sudah duduk.
“Darren...!” Peringat Bundanya, membuat Darren menghela nafas.
“Maaf Bun...”
“Maaf Kak Al... Nao kan enggak tau nama teman Kakak, habisnya teman Kakak mirip sama idola Nao kak V Taehyung yang selalu buat Nao gemes karena ganteng banget. Maaf ya Kak... Nao salah?” Sesal Naomi karena membuat Kakak tirinya di tegur Bundanya seraya menjewer kedua telinganya sendiri dengan mimik lucu.
“No no no... Kamu enggak salah Dek, abaikan saja Kakakmu yang menggonggong. Mata kamu memang sangat jeli Dek karena dapat melihat dengan jelas kalo Babang Dino lah yang paling cakep di antara mereka.” Bukan Darren yang menjawab tapi Dino lah yang menyela dengan narsisnya dan penuh percaya diri, membuat Darren dan Arion menjulurkan lidahnya keluar seperti orang muntah.
“Kak V salah... Yang paling tampan jelas yang berada di sebelah Kakak tuh, tapi kalo di mata Naomi sih yang paling tampan ya Kakak Nao sendiri Kak Al.” Membuat senyum Dino yang semula terbuka lebar kini langsung melengkung ke bawah.
“Rasain lo... Makanya jangan narsis! Malu kan lo.” Sahut Arion yang menoyor kepala Dino.
“Ah... Elo Ar, nggak bespren banget. Nggak bisa liat teman seneng dikit. ” Keluh Dino yang membuat mereka semua tertawa tak terkecuali Darren, yang mana membuat Naomi kembali terpesona dengan ketampanan Kakak tirinya yang berkali-kali lipat lebih tampan ketika melihatnya tertawa.
Nao rasa... Hidup Nao setelah ini akan terasa lebih seru dan menyenangkan.
Pikir Naomi karena kehadiran Kakak tirinya Darren, tanpa dia tahu bahwa ke Depannya akan ada hal besar yang akan menantinya.