Fatma pulang setelah melakukan kegiatannya di luar. Dia melihat pintu rumah terbuka lebar. Ada rasa khawatir dalam dirinya karena biasanya walaupun ada orang di dalam pasti rumah tertutup dengan sangat rapi. "Anya." "Anya." Wanita itu tidak mendengar adanya suara perempuan di dalam rumah. Terlihat Irsyad sedang merangkak tidak tentu arah. "Irsyad, sayang." Fatma meletakkan tasnya dan segera menggendong bayi kecil itu. "Kenapa sendiri sayang. Kak Anya di mana?" "Mami udah pulang?" Seorang laki-laki menghampiri wanita itu. Arsyad pun membaringkan diri disamping ibunya. Hal itu membuat Fatma merasa heran. "Kamu kenapa sih?" tanyanya. "Aku kangen sama Rina ... Aku kangen di urus sama dia." Tidak terasa terasa air matanya jatuh. Sambil menggendong cucunya, Fatma juga mengusap air mat

