Untuk kesekian kalinya Arsyad membawa putranya ke kantor. Sebagai seorang anak ia pun tidak tega kepada Fatma yang terus menjaga Irsyad. Seharusnya dalam masa sekarang Fatma istirahat dari segala aktivitas. Namun wanita paruh baya itu terus ingin bekerja di butik sambil menjaga cucunya. Sambil menyetir mobil, Arsyad tersenyum simpul mengingat istrinya yang selalu memperhatikan dirinya. Namun masa-masa itu sudah tidak ada lagi. Arsyad menginginkan seorang wanita untuk hidup bersamanya tetapi dalam hati kecilnya ia belum bisa menduakan cinta yang sudah diberikan kepada almarhumah istrinya. Pria itu baru sampai di kantor, belum juga memasuki gerbang ia menghentikan mobilnya ketika melihat seorang wanita di seberang jalan. Arsyad Aliando pun segera keluar dari dalam mobil, tidak lupa juga d

