Cukup lama Puca terbang di atas hutan, setelah keluar dari wilayah itu rupanya di depan mereka ada lembah kegelapan yang dalam jarak satu meter saja tidak terlihat pemandangan. "Astaga... Ngeri sekali. Apakah tidak ada jalan lain?" tanya Saidon merinding. "Walaupun kita memutar arah, tetap saja kita harus melewati lembah kegelapan ini," jawab Puca. "Bagaimana kita bisa berjalan jika semua tampak hitam begitu?" pekik Saidon ragu. "Tenang saja, Alula memiliki mata tembus pandang. Dia bisa menunjukkan arah pada kita," bujuk Puca santai. "Kalau begitu kita turun dulu sambil menunggu Alula sadar," pinta Saidon sambil melirik Alula yang masih melekat pada tubuhnya dan mengendus aroma bunga pemikat seperti anak kucing. "Baiklah, kita juga harus makan karena nanti di lembah itu kita tidak ad

