Qenna di baringkan di atas ranjang rawat. Dokter beserta perawat mendorong ranjang rawat keruangan UGD. Diikuti Gina dan Rangga mengantarkan perempuan hamil itu yang sudah mengalami kontraksi sedari tadi. Qenna meringis kesakitan air matanya berlinang. Sorotan matanya menatap nanar ke atas. Begini perihnya mengalami kontraksi tanpa ada dampingan seorang suami. Apa lagi orang tua yang mendoakan keselamatan dan kelancaran. Ini belum waktunya untuk dia melahirkan. Sebab, usia kandungan masih delapan bulan. Tetapi melihat keadaan kehamilan pada Qenna tidak mungkin janin yang ada dalam kandungannya di pertahankan. Seorang perawat menghentikan langkah Gina dan Rangga."Maaf Nona dan Tuan, silahkan tunggu di sini. Dokter akan menangani pasien." Perawat itupun menutup pintu. Rangga dan Gina h

