Setelah mendengar penjelasan Qenna, sungguh Rangga dan Gina merasa kebingungan. Pria jahat itu meninggalkan Qenna dengan raut wajah tak terbaca. Meninggalkan amanah untuk Qenna merawat anaknya dengan baik. Meski pria itu membiarkan Qenna seorang diri dalam keadaan terikat, ia bersyukur pria itu masih membiarkan Qenna hidup beserta anaknya. Rasa takut sempat mengguluti perasaan Qenna, kala tempat penyekapan ini terasa sepi. Dan suara-suara jangkrik terus terdengar. Dalam pikiran Qenna, tempat penyekapan ini jauh dari pemukiman, terdapat di daerah terpencil. Sebab, sudah beberapa kali ia minta tolong tetap saja tidak ada orang yang mendengarkan jeritannya. Sehingga tangisan Qenna pecah dalam kesunyian. "Sudahlah, yang penting saat ini Qenna tidak apa-apa. Masih bersyukur pria itu membiarka

