Rangga dan Gina keluar dari mobil. Bola mata mereka mengamati sekitarnya. Tampak sepi, dan suasana hening di tengah malam gelap gulita ini. Hanya ada satu rumah dengan cahaya lampu redup. "Kak, apa benar ini tempat Qenna di bawa orang penjahat itu?" Gina melihat rumah di depannya terlihat sangat tidak terawat. "Kamu nggak lihat, ada mobil kakak di sini? Coba aja kita periksa ke dalam," ujar Rangga, Gina pun mengangguk pelan. Saat langkah kaki mereka memasuki rumah tersebut, Gina dan Rangga samar-samar terdengar suara isak tangis seseorang perempuan di dalam sana. Sontak membuat Gina merangkul tangan Rangga. "Kakak dengar suara orang menangis gak?" tanya Gina dengan suara sangat pelan. Ia bersedekap di tangan kekar Rangga dengan genggaman erat. "Huuumm ..." Rangga mengiyakan pertanyaa

