Bersyukur kamu datang!

1020 Kata

Selesai membeli segala keperluannya, dan melakukan pembayaran. Qenna melangkah keluar, perempuan itu tidak langsung pergi. Ia berdiri sambil mengedarkan pandangan keseluruh jalanan. Sepi, tanpa kebisingan kendaraan. Sunyi senyap, membuat bulu roma Qenna merangkak takut. Tangannya meremas kantong plastik itu. Sungguh hatinya diremas rasa ketakutan teramat. Pada hal, tadi dia mempunyai keberanian yang sangat besar berjalan sendiri di kesepian malam. Setelah matanya melirik jam yang melingkar di tangannya, jam terus merangkak, membuat kaki Qenna gemetar untuk di langkahkan. "Aku harus berani! Kalau tidak, kapan aku sampai dirumah? Tidak mungkin terus menerus berdiri di sini. Aku ingin segera beristirahat. Insya Allah, semua baik-baik saja!" Setelah menyakini dirinya, Qenna melangkahkan sepa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN