Malam Yang Larut

1018 Kata

Qenna mengambil sebotol air mineral. Terduduk di balik meja kasir. Hari ini cukup rame boutiqe milik Gina di kunjungi para langgaanan boutiqe. Meneguk perlahan air minuman itu. Setelah cukup membasahi tenggorokkannya, Qenna menutup kembali botol tersebut dan menaruhnya di meja kasir. Mumpung belum ada yang berdiri melakukan transaksi lagi, Qenna melepaskan rasa sakit di kakinya, karena lama berdiri dengan hamil perut membesar. Memijit kaki di bagian yang sakit, ia juga mengatur napasnya dengan baik. "Qenna," panggil Gina yang baru mendatangi boutiqe di siang hari ini. Perempuan itu menghampiri Qenna yang tengah terduduk. Qenna menoleh, mendapati Gina di hadapannya."Hmmm ... Apa?" "Kamu kenapa?" Gina melirik ke arah kaki Qenna yang sedang ia pijit. "Tidak apa-apa. Sedikit capek saja,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN