Mobil yang di kendarai Gina berhenti di sebuah apartemen. Untuk malam ini Qenna akan menginap di apartemen Gina. Tidak mungkin dalam keadaan malam, mereka mencari tempat kontrakan untuk perempuan hamil itu. Kalau perlu, sampai kapan pun Qenna tinggal di sana. Tidak akan menjadi masalah. Semua tergantung perempuan hamil itu saja. Lagi pula, apartemen sebesar ini juga jarang di tempati Gina. Ia sering pulang kerumah orang tuanya. Ia selalu merindukan kehangatan orang tuanya, terutama masakan sang Mama yang selalu memanggilnya pulang. Tidak ada yang lebih enak dari pada masakan Mamanya itu. "Mari, silahkan masuk!" Gina mempersilahkan Qenna untuk menapaki apartemennya itu. Manik mata Qenna berdecak kagum melihat segala furniture mewah melengkapi setiap sudut apartemen Gina. Kalau di bandin

