Mobil Armand memasuki perkarangan rumah. Berhenti di carport mobil. Pria itu terdiam sejenak, pikirannya mulai terusik dengan kehadiran Siska secara tiba-tiba di hadapannya. Armand pikir untuk selamanya mereka tidak akan bertemu lagi. Mengingat betapa Siska membencinya tanpa memperdulikan perasaannya. Saat akte perceraian pun keluar dan di sodorkan pada perempuan itu, ia malah tersenyum senang. Kini ia hadir lagi memasang muka tembok dan mengaku menyesal karena telah mendua secara terang-terangnya. Kata maaf yang begitu sulit untuk keluar dari mulutnya, sekarang begitu mudahnya terucap. Setelah menyadari siapa yang terbaik dan terburuk di sini. Di saat Armand telah menemukan perempuan yang tepat untuk hidupnya, akankah Siska menjadi benalu dalam rumah tangganya? Tidak! Armand pastikan

