"Ternyata kamu sangat tampan ya, Mas. Aku harap, kita bisa seperti dulu lagi," gumamnya dalam hati, tanpa mengalihkan manik matanya dari pria itu. "Ada apa Siska? Kenapa kamu memandangi aku seperti itu?" tanya Armand, Siska seketika gelagapan. Ternyata Armand menyadari pantauan manik mata perempuan itu darinya sedari tadi. Hanya saja ia sengaja tidak menatap balik. Hanya ingin sampai berapa lama perempuan itu tidak mengalihkan pandangannya. "Ah, huuumm, tidak! Ini, wajah Mas masih basah oleh air hujan tadi." Siska buru-buru mengambil tissu yang ada di bagian depan mobil."Sini aku bantu mengelapnya." Namun, tangan Armand dengan cepat menahan Siska. Sehingga tisu yang dipegang oleh perempuan itu belum sempat menyentuh pipinya. "Sini, biar aku saja yang ngelapnya," Armand mengambil tisu y

