"Aaakkkhhh ..." Qenna meringis kesakitan, tubuhnya terhempas. Belum sempat dia membenarkan posisi di bawah sana, matanya membeliak seketika melihat sosok pria di depan mobil bersimbah darah."Mas, Armand!" Qenna berusaha berdiri sekuat tenaga ia menahan tubuhnya yang terasa sakit. Namun, hatinya lebih sakit melihat sosok pria tergeletak tidak berdaya di sana. Dengan langkah terseok-seok Qenna mendekati lelaki itu. "Mas Armand," lirih Qenna, ia membawa kepala Armand dalam pelukannya. Deraian air mata seketika tumpah membasahi pipi. Di saat bersamaan mobil yang menabrak Armand juga melarikan diri. Persetan dengan siapa yang menabrak suaminya, Qenna menghiraukan mobil tersebut. "Woooii jangan kabur!" teriak salah seorang warga ia berusaha mencegah mobil yang menabrak Armand. "Mas bangun,

