Melihat Qiara tidak melepaskan tangan Rafa, perempuan itu memilih keluar dari ruang rawat sang anak. Ia tidak mengkin berada satu ruangan yang sama dengan pria itu. Berbagi udara yang sudah lama tidak ia lakukan. Sedangkan hatinya masih berdenyut perih. Qenna tidak tahu, apa yang harus ia lakukan. Berniat untuk mengusir pria itu dari ruang anaknya, malah Qiara sendiri menahan kepergian pria itu. Seakan kontak batinnya sangat kuat, sehingga ia merasakan bahwa pria itu tidak boleh meninggalkannya. Qenna terpaksa menurunkan egonya. Jika itu yang membuat sang anak bisa sembuh kembali, terpaksa Qenna harus mengalah. Meski nanti ia tidak tahu harus menjawab apa pada pria itu. Cukup lama berada di dalam sana, akhirnya, Rafa keluar dari ruangan rawat Qiara. Manik matanya langsung menemui Qenna

