Qenna melirik ke arah pintu, ia menunggu kedatangan pengasuh Airin. Tetapi sosok yang ia tunggu-tunggu itu belum kelihat batang hidungnya. Pada hal ia sudah menyuruh Airin agar cepat menggantinya di sini. Ia perlu membersihkan tubuhnya dari rasa lengket oleh keringat. Qenna berencana tidak akan pulang. Sebab, Qiara di rawat di ruangan VIP, yang terdapat kamar mandi dan beberapa fasilitas lainnya seperti televisi, kulkas, sofa dan tempat tidur untuk ia tidur selama malam berlangsung. Jadi, dia tidak perlu pulang hanya untuk membersihkan tubuhnya. "Kemana Airin? jam segini belum datang juga," Qenna melirik ke sana-kemari melihat tanda-tanda kedatangan pengasuh anaknya itu. Tetap saja, sosok Airin belum datang keruang rawat putrinya. Tiba-tiba bunyi gemuruh terdengar di perut Qenna. Semenj

