Arya mulai melangkahkan kaki untuk meninggalkan Nadin sendirian. Sementara itu Nadin masih terus diam. Memandangi debur ombak yang semakin lama semakin mendekat. Perlahan bayangan dia dan Arya muncul. "Coba hitung jumlah bintang itu." Ucap Arya. "Ngapain hitungin bintang? Tentu saja gak bisalah, Mas." Ucap Nadin. "Sama seperti itu. Kamu juga gak akan bisa hitung seberapa banyak cinta saya sama kamu." Ucap Arya. Nadin tertawa bahkan tawa itu belum pernah Arya lihat sebelumnya. Ingatan sesaat itu membawa Nadin pada sebuah pemahaman, kalau malam itu Arya terus bersama Nadin. Dan dia baru ingat hal itu. Nadin lalu berlari dan mengejar Arya. Ada kemungkinan kalau Arya tak pernah menyentuh Helena. Langkah kaki Nadin terus berlari menyusuri jalan berpasir itu. Dia lari sekencang mungkin un

