Helena lega karena Daffa tak pernah menanyakan alasan perubahannya. Namun, sering kali dia menangis saat sendirian. Malam itu yang dia kira adalah malam kesuksesannya ternyata berakhir petaka baginya. Helena termenung saat mengingat kejadian itu. "Helen, kamu mau ikut gak?" Ajak Daffa. "Mau kemana?" Tanya Helena. "Siska ngajakin buat cari gaun. Apa Meli gak WA kamu? Kan dia nyuruh buat kalian berdua jadi Bride's maid di acara pertunangan dia. Sebelum wisuda dia akan menikah." Ucap Daffa. Raut wajah Helena berubah seketika. Bahkan hal sepenting ini saja dia baru tahu itu. Semua karena beberapa hari ini Helena sama sekali tidak menghidupkan ponselnya. "Baiklah, Mas. Ayo kita berangkat." Kata Helena. Senyum mengembang di bibirnya. Dia juga ingin menghirup udara luar setelah beberapa

