Pengorbanan

2048 Kata

Kini Nadin dan Siska saling berhadapan. Nadin ingin mengungkapkan segalanya saat ini juga. "Apa maksud kamu, Nad? Revan. Ada Revan disini?" Ucap Siska tak percaya. "Sis, mungkin bagi kamu ini hal yang mustahil. Tapi, memang begitulah kebenarannya." Ucap Nadin. "Jadi, yang selama ini aku dengar kalau kamu bisa lihat arwah itu benar?" Tanya Siska. Nadin mengangguk dengan pasti. Walau ia tahu saat ini Siska tengah merasakan kebingungan. Tangis Siska tiba-tiba saja pecah. Dia tak percaya dengan apa yang saat ini ia dengar. Andai dari awal dia tahu, mungkin takkan sesakit ini. "Nadin, kamu harus tahu sesuatu." Ucap Siska. "Apa itu?" Tanya Nadin. Revan menatap Siska, berharap jika Siska takkan memberi tahu hal itu pada Nadin. "Sebelum meninggal, sebenarnya Revan bisa selamat." Ucap Siska

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN