Arya masih diam. Tak tahu apa yang Nadin pikirkan. Baru saja dia sembuh dan sekarang justru kembali lagi ke tempat berbahaya itu. Entah kenapa, Arya tak bisa membiarkan itu terjadi begitu saja. Arya mulai mengendarai mobilnya menuju rumah Nadin. "Ngapain tengah malam kamu ke sana?" Tanya Arya. "Pak, sebenarnya ada sesuatu." Kata Nadin mengelak. "Iya, saya tahu. Tapi apa harus tengah malam?" Tanya Arya. "Biasanya dia munculnya tengah malam." Jawab Nadin. "Kalau terjadi sesuatu sama kamu gimana? Apa kamu mau mama kamu khawatir? Ayolah, kamu sudah dewasa. Semestinya kamu ngajak seseorang." Kata Arya. "Siapa, pak? Alisa. Bapak kan tahu sendiri kalau dia itu takut. Kemarin aja dia udah kena ceramah sama mama." Kata Nadin. "Lalu apa artinya saya buat kamu?" Tanya Arya. Pertanyaan itu b

