Ketidak adanya kedua orang tua membuat Viona menjadi sangat dekat dengan asisten rumah tangganya. Menganggap wanita paruh baya tersebut seperti ibu kandungnya sendiri. Tidak ada rasa sungkan atau pun tidak enak hati di antara keduanya. Karena hubungan yang sangat dekat. Viona tidak sungkan untuk meminta Bi Rumi menemaninya tidur. Bahkan, Viona sering mrminta peluk wanita paruh baya itu kala hatinya tengah sedih. Kehangatan dan kasih sayang Bi Rumi kepadanya, menjadi obat kerinduan Viona kepada sang mama. Yang kini sudah tidak dapat dia rasakan. Seperti saat ini, hati dan pikiran yang terus bergejolak menghadapi kejadian demi kejadian dalam beberapa hari ini, Viona memilih untuk memanjakan dirinya dalam dekapan Bi Rumi. Nyaman, dan hangat seperti pelukan mamanya. Sama halnya dengan Vio

