Semenjak obrolannya dengan Diana kemarin. Viona di landa rasa bersalah juga kasihan. Karena dirinya, Dio harus menginap di klinik untuk beberapa hari ke depan. Kondisinya yang lumayan lemah di tambah luka di lengannya yang masih perlu perawatan membuat cowok itu harus merelakan kebebasannya sebentar. "Apa yang harus kulakukan sekarang?" Menghempaskan kembali tubuh ya ke atas ranjang yang sejak semalam menjadi sanksi kegalauannya. Jam sudah menunjukkan pukul delapan lebih seperempat. Namun, Viona masih saja bermalas-malasan di kamarnya. Akhir pekan membuat dirinya sangat malas kemana-mana. Bahkan untuk beranjak dari ranjang pun, seoalah dia tidak sanggup. Tok, tok, tok! Mendengar pintu kamar di ketuk, membuat gadis berambut panjang itu menoleh ke arah pintu. Pasti Bi Rumi, membawak

