"Loh ... Dio belum turun juga, Bi?" tanya Diana saat mengetahui jika meja makan masih kosong. Padahal sebelum dia pergi ke kamar tamu untuk memanggil Viona, Bi Yaya sudah naik ke lantai dua untuk memanggil Dio. Pasalnya tidak seperti biasanya cowok tampan berkulit putih itu telat makan, terutama sarapan. Mendengar ucapan nona mudanya, Bi Yaya yang tengah mencetak donat kentang kesukaan Dio pun menoleh. Dia mengangguk membenarkan ucapan Diana. "Iya, Non. Tadi sudah bibi panggil, tapi katanya lagi kurang enak badan," jawabnya. Kemudian meletakkan adonan donat kentang yang sudah dia bentuk buat dengan lobang di tengahnya. Menyusunnya pada loyang yang sudah di taburi sedikit tepung dengan memberi jarak satu sama lain agar tidak menyatu saat mengembang nanti. "Dio sakit?" tanya Diana yan

