Tok, tok, tok! "Bayu? Kamu di dalam?" Suara lembut dari depan kamarnya menyadarkan pria bertubuh kekar tersebut. Dia menoleh ke arah pintu yang masih tertutup dengan perasaan semakin kacau. "Mama," lirihnya menahan air matanya yang hendak keluar. Dia baru menyadari satu hal besar dalam hidupnya. Mamanya, mamanya yang memang tengah dalam kondisi kurang baik itu sangat membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Selama ini, semua biaya pengobatannya dia dapat dari Viona. Dan sekarang apa yang harus dia lakukan untuk membiayai semua itu. Usaha cafe nya masih kurang untuk menutup semua biaya yang ada. Belum lagi kalau bersamaan dengan pemberian gaji karyawan. "Bayu?" Tok, tok, tok! "Iya, Ma." Tidak mau membuat mamanya khawatir karena tidak segera dia bukakan pintu. Bayu

